SEE 👀
Saint Mary's Way adalah program yang diciptakan untuk membentuk karakter siswa agar semakin serupa dengan Bunda Maria. Program ini dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Saya mendapat kelompok bersama keempat teman tersayang saya yaitu Nashya,Flavya,Rafael,Nathan kami melakukan pelayanan di GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat) Jemaat Maranatha Kota Bandung. Pertemuan pertama dilakukan di hari sabtu sore, saya membantu kakak-kakak
pelayan membereskan barang barang yang sebelumnya sudah digunakan untuk event yang sebelumnya sudah di laksanakan atau biasanya kami menyebutnya dengan inventaris kira kira kami selesai pada pukul 20.00 malam. Setelah pertemuan pertama kami mengatur lagi jadwal untuk melaksanakan pertemuan kedua yang akan kami lakukan di hari minggu. Setelah perencanaan dan pembagian tugas akhirnya kami melaksanakan pelayanan pertama kami, saya (Clo)
dan teman saya Nashya melakukan pelayanan di kelas bawah lima tahun (balita) disana kami sering menengahi adik-adik yang berkelahi. Pertemuan terakhir juga kami laksanakan pada hari minggu saya melakukan pelayanan kedua saya, masih bersama teman saya Nashya dan ada satu lagi teman saya yang lainnya yaitu flavya. Kami bertiga melakukan tugas pelayanan di kelas balita bersama kakak-kakak layan yang sama setelah selesai, kami berdoa untuk menutup kagiatan kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada kakak-kakak layan karena sudah mau menerima kami dengan sangat baik.
JUDGE 👩🏼⚖️
Dari kegiatan Saint Mary's Way ada beberapa nilai perilaku Bunda Maria yang bisa kami peroleh
1️⃣ Kerendahan Hati 💞
• Melalui program Saint Mary's Way kami mendapat banyak pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati lagi Bunda Maria banyak menggambarkan kerendahan hatinya melalui kisah kisah di dalam alkitab seperti pada 🌟Lukas 1:38🌟 , "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu." Sedangkan pada pelaksanaan Saint Mary's Way saya mendapat nilai kerendahan itu melalui perintah perintah sederhana dari kakak-kakak pendamping yang meminta tolong kepada saya dan teman teman saya.
2️⃣ Kepedulian 🫂
• Tentu saja banyak bentuk kepedulian yang kami dapat dan kami lakukan di program Saint Mary's Way ini. Kami merasa ada kepekaan yang berkembang di dalam kami masing masing (peka terhadap lingkungan sekitar, peka akan perasaan teman,dll.) Saya sendiri merasakan hal ini di pelaksanaan pertama kami yaitu kegiatan inventaris dimana kami saling membantu satu dengan yang lainnya. Dari pertemuan pertama kami sadar bahwa sebenarnya kami saling peduli satu sama lain, hanya caranya saja yang beragam. Sementara Bunda Maria menunjukan sikap kepedulian di salah satu cerita di dalam alkitab yaitu kisah pernikahan di kana pada injil
💝Yohanes 2:5💝,
kepada para pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
3️⃣ Ketaatan 🙇🏻♀️
• Selain dua nilai diatas adapun nilai ketaatan yang kami dapatkan setelah melakukan program Saint Mary's Way hal ini juga terjadi pada Bunda Maria di dalam Alkitab, tepatnya pada injil 🎀Lukas 1:34 🎀,
Maria sempat bertanya, "Bagaimana mungkin hal itu terjadi, karena aku belum bersuami?" Sedangkan pada pelaksanaan program Saint Mary's Way, kami taat pada aturan yang disediakan oleh kakak-kakak layan
ACT 🎬
Dari seluruh rangkaian kegiatan yang kami jalani kurang lebih 2 minggu tersebut, ada banyak hal baru yang tentunya bermanfaat yang saya dapatkan. Dari program Saint Mary's Way ini saya mendapatkan penerangan lebih mengenai apa itu melayani Tuhan. Dari program Saint Mary's Way juga saya menjadi lebih rajin datang ke gereja untuk mengikuti ibadah remaja, dimana ibadah ini dilakukan pada pukul 07.00 pagi. Sebelumnya saya lumayan jarang datang ke ibadah ini namun karena saya sudah lebih kenal lagi kakak-kakak di gereja saya jadi percaya diri untuk datang ibadah walau terkadang terlambat. Setelah menjalankan program Saint Mary's Way saya jadi semakin rajin dan dekat pada Tuhan saya merasa jika program ini diteruskan akan membawa perubahan besar bagi kami para remaja dalam segi rohani. Seperti Paulus yang dulunya sangat giat menganiaya pengikut Yesus namun pada akhirnya ia bertobat setelah ia menemui Yesus dalam perjalanan ke Damaskus menjadi Saulus yang buta sementara, lalu diubahkan menjadi Rasul Paulus, Rasul Paulus menulis banyak surat dalam Perjanjian Baru, dan menjadi pelayan yang setia meskipun mengalami banyak penderitaan berikut ini adalah surat surat yang dituliskan oleh Rasul Paulus Galatia, Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Filemon, Filipi, 1 Tesalonika1 Timotius, 2 Timotius, dan Titus. Dari kisah Rasul Paulus semoga kamu-kamu yang sedang membaca dan merasa kurang dekat dengan Tuhan dapat mulai tergerak untuk melayani Tuhan, Tuhan bisa memberi pertanda yang jelas untuk kamu mulai melayani-Nya dari siapa saja dan dimana saja🩷



Tidak ada komentar:
Posting Komentar